Hari ini saya di tugaskan presentasi / demo software oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya berangkat berdua bersama teman , cewek dimana banyak membantu saya men-develop software yg mau di demokan. Dari kantor pagi jam 9 naik motor, rasanya pinggang pegel banget sesampainya di tujuan. Hampir sejam berada di atas jok motor menyusuri aspal jalanan surabaya.
Kebetulan perusahaan yang saya tuju adalah perusahaan percetakan dengan beberapa pabrik. Di usia yg hampir lebih 30 th, tentu punya segudang pengalaman dalam penerapan software, pikirku. Ada ratusan pekerja dan staff yang di naungi perusahaan ini. Pertama kali ketemu orang IT, yang ternyata di punya temen IT kecuali dia yang menangani semua masalah IT di sana. Orangnya masih muda, menurut saya cerdas karena menghandle dan memanej masalah-masalah IT di pabrik dan kantor itu sendiri. Hebat kan? Staff rata-rata minimal sudah lebih dari 5 tahun masa kerja. Secara usia rata-rata usia karyawannya 35-50 th sepenglihatan saya, leader-leadernya banyak yang suianya mungkin sudah bisa di sebut “tua”. Major aktifitasnya menyetak dengan mesin cetak.
Dan waktunya tiba. Saya pun di persilakan masuk. Tidak di nyana, jadwal yang telah di schedule sama bos ternyata mleset, pagi yang seharusnya install-install dan nyoba-nyoba ternyata langsung di pakai untuk mendemokan softwarenya. Satu lagi, ternyata yang saya hadapi orang lapangan, yang bakal menggunakan software kelak kalo ternyata jadi deal, bukan kepalanya yg kemarin sudah pernah ngobrol sama bos saya. Ada dua orang plus satu orang IT yang mendampingi dengan setia. Apa yang di katakan orang pertama ? Dia To de poin, ga sabar dengan demo yang saya aja baru mulai pemanasan, langsung di dor dengan kasus, Kalau ada kasus A…B..C…softwaremu bisa ngatasi ga ?? saya yg dari tadi konsentrasi presentasi jadi buyar dan setengah-setengah menangkap permintaan kasus yang diberikan. Trus orang kedua, Dia juga to de poin, katanya : sebenernya di sini sudah makai software sejenis, dan saya sudah cocok.
Bagi saya, yang tidak punya jam terbang jualan, langsung rontok mental saya. Terutama dengan kata orang kedua. Beruntung saya bawa teman, sehingga saya yang hampr tidak punya minat lagi melanjutkan demo, minta di lanjutkan temen. Padahal belum ada 5 menit saya mulai.
Akhirnya demo di lanjutkan sampai selesai dengan tanya jawab mana saja yang bisa di tambahi, mana yang tidak di butuhkan dari software kami sebagai masukan. Dari banyak tanya jawab, pengguna utamanya ( dua orang tadi ), lebih banyak cerita tentang software lama. Dan to de poin lagi, bahwa mereka ingin software yang saya demokan ini nantinya juga sama dengan software lama. Bahkan ektrem, SAMA PERSIS WARNA TULISAN BAHASA sampai-sampai saya mau di ajak melihat software lamanya bisar saya bisa membuat software kami sama dgn yang dia pakai sehari-hari.
Dalam pikiran saya, kalau mau sama persis dengan software lama, kenapa harus ada software baru ??
Dalam pikiran saya setelah bertemu dengan orang perusahaan ini di awal waktu bersama bos saya, terlihat ada keinginan untuk menjadikan software ini berbeda, terutama untuk hal-hal tertentu. Misal masalah sekuriti. Tetapi dari dua orang anak buah ini yang mengikuti demo saya, kelihatanya tidak ada keinginan seperti itu. Sehingga ada sesuatu yang tidak ketemu di ruangan itu pagi tadi.
Dari sini saya dapatkan ilmu baru, bahwa berjualan (demo) , dalam hal ini software , harus siap mental jika calon pembeli menunjukkan sikap tidak minat, atau berniat membandingkan software yang dia sudah memiliki. Makanya kita sebelum masuk, harus tau perushaan itu sudah memakai produk apa saja. Itu sebagai modal jika ada kasus-kasus seperti di atas.
Kedua, menjual software ke perusahaan yang belum pernah mengimplementasi software tertentu lebih mudah di bandingkan perusahaan yang sudah pernah memakai produk tertentu. Baik sudah pernah itu berhasil atau sudah pernah dengan hasil berhenti di jalan.
Dan ketiga, keberhasilan dari sebuah demo penawaran software, bagi saya utama terletak dari mental perubahan yang menjadi tradisi di perushaan tersebut. Jika sebuah perusahaan tradisi perubahannya kuat, mudah menerima hal baru, menyerap ide-ide baru, mencoba hal-hal baru, naaaaah…perusahaan seperti itulah yang saya cari, untuk saya tawarkan produk terbaru dari lab-ku nanti. Saya akan senang hati berdiskusi tentang apa saja kebutuhan softwarenya…
Dijamin produk kami Halal..ups! Handal !