Archive for the ‘blog referensi’ Category
Komodo, editor Extjs favoritku
Komodo. Setelah kurang lebih 7 bulan lamanya memakai editor ini, sudah saatnya berbagi pengalaman tentang editor ini.Menurut keterangan dari webnya keunggulan Komodo hanya ini :
Why use Open Komodo?
- It’s free as in speech
- It’s focused on development using dynamic languages and Internet technologies
- It’s built using web-based technologies and dynamic languages
- It’s an established product, ready to use
- It allows you to work the way you want to
- It’s built for developers by developers
- It’s easily extensible using XML, JavaScript, and if you like, Python and C++
- It has in-depth support for multiple languages
Tetapi paling sering kurasakan adalah fasilitas untuk “melipat” halaman code (apa ya istilahnya???), tab dan membesar kecilkan font dan coloring. Walaupun ni Komodo support banyak bahasa program, tetapi aku cuman gunain pas edit javascript (Extjs).
1. Melipat halaman,Komodo ku percaya karena edit source yang panjangnya puluhan ribu baris membuat mata “joling”. Jadi kilipat aja semua jadi kelihatan cuman nama-nama fungsinya. Ku gunakan View->Fold->Collapse All.
2. Tab, iya tabing biar kodenya rapi. Beberapa kali ku di elingkan sama bosku..karena kodinganku kurang rapi di eclipse ..hehe
. Selain itu saya gunakan untuk fungsi yang “gemuk”, multi if dan panjangnya amit-amit. Extjs terkenal dengan fungsi yang gemuk karena pake format JSON. 
3. Mengatur besar kecil font dan warna fotn adalah kombinasi bagus. Mata programmer butuh refresing. biar ga liat hitam putih, jadi di buat kadang warnanya dan ukuran font ku atur. Yah lumayan lah…dari pada buka facebook kalo bosen, lebih baik fokus ngerjain kerjaan.
Btw, apapun editor kamu…its just tools… dan apapun bahasa yang anda senangi…ingat..its just tools. Jadi kalo kebetulan kamu dapet project pake Extjs..cobalah Komodo. Its cool tools…
“high vs low” tech, yang penting TIK harus tepat guna
Hari ini saya membaca salah satu artikel koran di kompas. Judulnya seperti judul yang di tulis diatas. Intinya dari artikel tadi adalah perjalanan perkembangan teknologi di indonesia. Sekarang saya tidak akan mengulang yang di ulas di kompas, tetapi lebih me”qiyas”kan nya dengan contoh Teknologi Infornasi dan Komunikasi sebagai obyek. Karena dalam artikel itu diambil obyek adalah teknologi dirgantara. Read the rest of this entry »



