rusidi 'n lina

May 9, 2007

update harga cabe ..

Filed under: inspirasi — umatbersarung @ 5:40 pm

Pagi ini ku di telpon babe..
di kabari..
bahwa harga cabe di Rembang sekarang
hanya Rp 900
(pas tuk beli 3 gorengan)
pagi ini babe mbawa 1 kuintal cabe
kalo di itung 1 x 100 x Rp 900 = Rp 90.000

Al hamdulillah..
kalo kemarau hampir mematahkan tulang punnggung
hanya untuk nyirami ..pohon yg namanya cabe
begitu panen..
begitulah..

babe..
begitu sederhana…
ga papa yang penting panen..
kata beliau..

kemaren..
2 minggu yang lalu waktu ..
harga cabe Rp 1000..
babe juga berkata sama..
ga papa..
yang penting panen..

sederhana..
babe..
besok aku tunggu
harga cabe minggu ketiga..

April 8, 2007

terrier for information retrieval

Filed under: information retrieval — umatbersarung @ 6:22 pm

trr.jpgTerrier is a software for the rapid development of Web, intranet and desktop search engines. More generally, it is a modular platform for the rapid development of large-scale Information Retrieval applications, providing indexing and retrieval functionalities.

Terrier has various cutting-edge features including parameter-free probabilistic retrieval approaches (such as Divergence from Randomness models), automatic query expansion/re-formulation methodologies, and efficient data compression techniques. Terrier comes with a powerful proof-of-concept Desktop search application [Screenshots], and full TREC capabilities including the ability to index, query and evaluate the standard TREC collections, such as AP, WSJ, WT10G, .GOV and .GOV2.

Terrier is written in Java [Requirements] and has been successfully used for adhoc retrieval, Web search and cross-language retrieval, in a centralised or distributed setting. Currently, it is also being used for running various applications.

A core version of Terrier is now available for download [What's new], as open source software (version 1.0.2) under the Mozilla Public License (MPL), with the aim to facilitate experimentation and research in the wider Information Retrieval community.

Terrier is a modular platform for the rapid development of large-scale Information Retrieval applications, providing indexing and retrieval functionalities. Terrier is based on the Divergence from Randomness (DFR) framework. It can index various document collections, including the standard TREC collections, such as AP, WSJ, WT10G, .GOV and .GOV2. It also provides a wide range of parameter-free weighting approaches and full-text search algorithms, aiming to offer a public testbed for performing Information Retrieval experiments.

Terrier is a modular platform for the rapid development of Information Retrieval applications with JAVA, providing indexing and retrieval functionalities, based on the Divergence from Randomness (DFR) framework. It can index standard TREC test collections, such as AP, WSJ, WT10G, .GOV and .GOV2. It also provides a wide range of parameter-free weighting approaches and full-text search algorithms, aiming to offer a public testbed for performing Information Retrieval experiments. Terrier has been successfully used for adhoc, Web search and cross-language retrieval, in a centralised or distributed setting. Currently it is used for running the departmental search engine.

A version of Terrier is now available for download as open source software . It is distributed under the Mozilla Public License (MPL).

–>

You can find more information about Terrier, the DFR Framework and how to install/run Terrier in the documentation section, and in the Terrier Wiki

Terrier was developed by members of the Information Retrieval Research Group, Department of Computing Science, at the University of Glasgow. The project is funded by a UK Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) grant, number GR/R90543/01.

Information Retrieval System ?

Filed under: information retrieval — umatbersarung @ 5:32 pm

Dalam temu kembali informasi, jumlah dokumen relevan yang ditemukembalikan akan dipengaruhi oleh jumlah kata kunci yang digunakan untuk pencarian. Masalah yang dihadapi adalah seringkali pengguna tidak mampu merepresentasikan kebutuhan informasi yang diinginkan ke dalam bentuk kueri. Masalah lain yang sering muncul adalah pilihan kata yang digunakan. Seringkali pilihan kata yang digunakan pengguna di dalam kueri berbeda dengan pilihan kata yang digunakan penulis. Selain itu, kebutuhan informasi dapat direpresentasikan dengan pilihan kata yang berbeda oleh pengguna yang berbeda

Beberapa istilah yang akan kita temui di Temu Kembali Informasi (Information Retrieval)
Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval System)
Menurut Lancaster (1968) dalam Rijsbergen (1979) : “Sebuah information retrieval system (IRS) tidak memberitahu (yakni tidak mengubah pengetahuan) pengguna mengenai masalah yang ditanyakannya. Sistem tersebut hanya memberitahukan keberadaan (atau ketidakberadaan) dan keterangan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permintaan pengguna”.

Tokenizer
Tokenizer berfungsi untuk memecah suatu rangkaian kalimat menjadi token-token. Token-token ini kemudian dapat digunakan sebagai istilah indeks pada sistem.
Suatu token dapat diawali dengan huruf atau angka. Setiap token dipisahkan oleh karakter-karakter tertentu, misalnya whitespace, tanda baca, dll. tergantung pada konteks

Stoplist
Stoplist merupakan kumpulan kata-kata buang yang tidak akan digunakan sebagai istilah indeks. Kata-kata buang tersebut merupakan kata-kata yang tidak memiliki kemampuan dalam membedakan dokumen yang satu dengan yang lainnya.

Stemming
Stemming merupakan bagian yang sangat memerlukan pengetahuan bahasa karena penentuan stem suatu kata bergantung pada tata bahasa yang digunakan.

Pembobotan
Pembobotan bertujuan menentukan tingkat kepentingan suatu istilah dalam suatu dokumen. Dengan kata lain, pembobotan menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu kata dalam membedakan dokumen yang satu dengan dokumen yang lain.

Recall dan precision
Recall dan precision mengukur kemampuan sistem dalam menemukembalikan dokumen-dokumen yang relevan dan menahan dokumen-dokumen yang tidak relevan. Recall merupakan rasio jumlah dokumen relevan yang ditemukembalikan terhadap jumlah seluruh dokumen relevan di dalam koleksi. Precision merupakan rasio jumlah dokumen relevan yang ditemukembalikan terhadap jumlah seluruh dokumen yang ditemukembalikan.

kunjungi gw, piye carane?

Filed under: other — umatbersarung @ 5:03 pm

Bateng(080407)–Kemaren malam gw bareng konco-konco ndekem di warnet temen. Mumpung lagi gratis, macem-macem dibuka. setelah klak-klik sono-sini , ketemu sama blog nya pak Budi Rahardjo kebetulan ketemu tulisanya yang Aturan menulis blog ? . Ringan cuma enak dibaca dan bermakna. Pokoke intinya bercerita fakta knapa blog itu begitu menarik atensi seseorang. Salah satu bagian yang menarik adalah

“Dalam era yang serba kekurangan atensi ini, tulisan yang pendek, nyleneh, memang lebih cepat mendapat atensi. Namun durasi dari atensi ini juga tidak panjang. Ini hanya sekedar observasi yang bisa jadi kurang ilmiah”

Setelah ubek-ubek blog yg ada, walopun cape’ ga dapet papa memang keliatanya bener pak Budi. Lha wong blog sing nyeleneh tuh yg rame commentnya.Pokoknya yang diluar kebiasaan. Biasanya kan yg nyeleneh, mengundang Kontraversi plus di bumbui dengan guyonan model dagelan. Tambah maneh..tulisane mung cekak. Kalo panjang-panjang pasti ga bakal dibaca..(tapi kadang ada juga yg baca). Yah seperti tulisan diblog ini. Isinya mung cekak..yah sekedarnya. itung-itung sebagai tanda blog ini masih ada yg punya ..hehehe.

Trus apa hubunganya dengan rating? Kan biasanya kalo web banyak dikunjungi kan ratingnya tinggi. Nah dari kutipan di blog pak Budi ,

Salah satu “fakta” yang muncul dalam pembicaraan adalah bahwa (1) tulisan di blog umumnya pendek-pendek dan (2) pembahasan agak dangkal. Tentu saja tidak semua seperti itu, tapi nampaknya blog yang seperti itulah yang lebih populer.

Makanya ada ide, biar blog loe dikunjungi dan lebih populer ada beberapa tips nih:

1. Buat artikel yang nyeleneh, ga usah panjang-panjang yang penting mudah dipahami. Dan sebelum isi, judulnya harus yang menantang. Misalnya gw pernah liat judul blog “photo artis XXXXXX bugil” walopun isinya gdebuzzz.

2. Terus isi, pancing pembaca untuk berimajinasi dan emosinya untuk tergelitik memberikan reaksi. Biasanya dengan dengan pilihan-pilihan kata khusus, provokatif dll.

3.Ato kalo ga mempan juga, loe bisa jurus ini. Kunjungi web atao blog yang dah rame pengunjungnya. Buat deh linknya. Ato loe kasih koment di situ. Komentnya jangan yang biasa, tetapi yang luarr bisaaa. Sehingga tadi, bisa mengugah nafsu untuk tau siapa loe.

kiranya cekap nggih. Gw ga mau panjang-panjang. Ntar di kira intelek. Kmarin gw critain tips ini ke temen2 gw yg laen..serempak mereka nguakakkkkk trus dibilang ga nyeniii.Trus tips ini kalo bagus..sook di ambil. Tapi kalo ga bagus , ya jangan dipaksakan..hehhe

Semoga Alloh swt memaafkan diriku karena menuliskan hal yg ga penting ini. Dan semoga Merapi ga njebluk sepeninggal mbah Maridjan (loh opo hubungane..hehe :D )

March 26, 2007

nih Google versi ku..ga tau bisa dicoba ato ga

Filed under: information retrieval — umatbersarung @ 3:55 pm

  var googleSearchIframeName = “results_007267704621638787056:t_r8r3kscf0″;
  var googleSearchFormName = “searchbox_007267704621638787056:t_r8r3kscf0″;
  var googleSearchFrameWidth = 600;
  var googleSearchFrameborder = 0;
  var googleSearchDomain = “google.com”;
  var googleSearchPath = “/cse”;
 

HARI INI TERAKHIR PENDAFTARAN GOOGLE SUMMER of CODE

Filed under: information retrieval — umatbersarung @ 3:14 pm

yah hari ini jam 21.00 wib. masih da tiga jam lagi tuk ngedaftar GosMCo. Yuuk pada parcipate to this event. This good event for U who Computer Science Student. Walopun cah kampong, yang sekolah di kampung, That not UrGent for participation di kegiatan ini. Ayoo tunjukan cah IPB Pertanian juga ada yang mau, peduli, dan ngeh pada event2 internasional. Walopun hanya participant. Heheheeee…..mayan tuk skedar tau aja kan ga papa…….. :D :D

March 24, 2007

Beagle jg ikutan

Filed under: other — umatbersarung @ 8:11 pm

rg.JPG

Beagle is a participating project in the Google Summer of Code program, which sponsors student development of open source software.

Yg ini gue ga ngerti…krn jarang kecium sih baunya…mau ngapain…?????

lebih baik google ato yg laen langsung..hehehe :D

Lowongan tuk yg jago PHP….

Filed under: other — umatbersarung @ 7:41 pm

pic.jpg

Ideas for Google Summer of Code Projects

Here you’ll find a couple of ideas for Google Summer of Code projects. This list is not exhaustive and you may propose any “crazy” idea you may have though.

Hayoo-hayoo..yg lumayan ngerti PHP…..punya ide apa???

PHP ikutan juga di google summer of code

JADWAL GOOGLE SUMMER…

Filed under: other — umatbersarung @ 5:57 pm

Schedule of GOOGLE SUMMER of CODE 2007

March 5: Mentoring organizations can begin submitting applications to Google

March 12: Mentoring organization application deadline

March 13: Google program administrators review organization applications

March 14: List of accepted mentoring organizations published on code.google.com; student application period opens

March 26: Student application deadline; applications must be received by 5:00 PM Pacific time (12:00 AM UTC March 27, 2007)

Interim Period: Mentoring organizations review and rank student proposals; where necessary, mentoring organizations may request further proposal detail from the student applicant

April 11: List of accepted student applications published on code.google.com by 5:00 PM Pacific time (12:00 AM UTC April 11, 2007)

Interim Period: Students learn more about their project communities

May 28: Students begin coding for their GSoC projects; Google begins issuing initial student payments

Interim Period: Mentors give students a helping hand and guidance on their projects

July 9: Students upload code to code.google.com/hosting; mentors begin mid-term evaluations

July 16: Mid-term evaluation deadline; Google begins issuing mid-term student payments

August 20: Students upload code to code.google.com/hosting; mentors begin final evaluations; students begin final program evaluations

August 31: Final evaluation deadline; Google begins issuing student and mentoring organization payments

Google Summer of Code…IKUTAN YUUK!!!

Filed under: other — umatbersarung @ 3:02 pm

PENDAFTARAN TUTUP tgl 26 maret 2007..buruuuaaaan…loumayan ilmunya

What is Google Summer of Code?

Google Summer of CodeTM is a program that offers student developers stipends to write code for various open source projects. Google will be working with a several open source, free software and technology-related groups to identify and fund several projects over a three month period. Historically, the program has brought together over 1,000 students with over 100 open source projects, to create hundreds of thousands of lines of code. The program, which kicked off in 2005, is now in its third year, following on from a very successful 2006.

While the majority of past student participants were enrolled in university Computer Science and Computer Engineering programs, GSoCers come from a wide variety of educational backgrounds, from computational biology to mining engineering. Many of our past participants had never participated in an open-source project before GSoC; others used the GSoC stipend as an opportunity to concentrate fully on their existing open source coding activities over the summer. Several of our 2005 students went on to become mentors in 2006.

 

 

eeeh…kita dapet mentor yang keren loh, dapet ilmu coding.

yeee…pokoke..sesuai yg diatas dech

January 9, 2007

definition of design pattern

Filed under: design pattern — umatbersarung @ 9:28 am

Design Pattern merupakan bagian dari suatu arsitekture dan desain sebuah aplikasi. Di sini saya ingin berbagi pengalaman saat belajar mengenai Design Pattern. Desain Pattern yang saya pelajari mengacu pada buku karangan GoF (The Gank Of Four : Erich Gamma, Richard Helm, Ralph Johnson, dan John Vlissides) yaitu : Design Patterns – Elements of Reusable Object-Oriented Software.
Tulisan pertama ini merupakan overview dari pattern itu sendiri. Istilah pattern sendiri bisa digambarkan sebagai sebuah solusi untuk problem2 dari desain aplikasi yang sering ditemukan dimana problem2 tersebut merupakan problem yang umum dan sering kali berulang dalam desain aplikasi. Ada 23 pattern yang dibahas dalam buku GoF, dan bisa dipisahkan sesuai dengan penggunaan-nya dan ruang lingkupnya.

Sesuai penggunaan-nya :

A. Creational – Cara class/object di-inisiasi.
1. Factory Method
2. Abstract Factory
3. Builder
4. Prototype
5. Singleton

B. Structural – Struktur/relasi antar object/class
6. Adapter
7. Bridge
8. Composite
9. Decorator
10. Facade
11. Proxy

C. Behavioral – Tingkah laku atau fungsi dari class/object.
12. Interpreter
13. Template Method
14. Chain of Responsibility
15. Command
16. Iterator
17. Mediator
18. Memento
19. Flyweight
20. Observer
21. State
22. Strategy
23. Visitor

Sesuai ruang lingkupnya :
A. Class, menjelaskan relasi antar class dan sub-class, umumnya fixed saat runtime atau static.
Factory Method, Adapter, Interpreter dan Template.
B. Object, menjelaskan relasi antar object, dinamis sesuai kebutuhan.
Pattern lain kebanyakan ada di skope object. (be continue..)

December 26, 2006

Concurrency Control in Database Systems

Filed under: distributed database — umatbersarung @ 2:53 am

Ketika multiple user mengakses multiple objek basis data yang berada pada multiple site di sistem basis data terdistribusi, maka permasalahan kontrol konkurensi akan terjadi.Konflik terjadi apabila sekumpulan read dari satu transaksi berpotongan dengan sekumpulan read dari transaksi lainnya, dan/atau sekumpulan write dari satu transaksi berpotongan dengan sekumpulan write dari transaksi lainnya. Transaksi T1 dan T2 dikatakan konflik jika kedua-duanya dieksekusi pada waktu yang bersamaan. Bila T1 telah selesai sebelum T2 dikirim ke sistem, dalam kasus ini sekumpulan read dan write saling memotong, tidak dianggap konflik. Konflik diperhatikan pada sekumpulan write yang saling memotong di antara dua transaksi. Ada tiga pendekatan secara umum untuk mendesain algoritma kontrol konkurensi:

1. Wait. Jika dua transaksi konflik, transaksi yang konflik harus menunggu sampai transaksi lainnya selesai.

2. Timestamp. Urutan eksekusi transaksi berdasarkan timestamp. Setiap transaksi memiliki timestamp yang unik dan dua transaksi yang konflik diselesaikan berdasarkan urutan timestamp. Timestamp dapat diletakkan di awal, tengah, atau akhir eksekusi. Pendekatan berdasarkan version digunakan untuk menentukan timestamp objek basis data.

3. Rollback. Dua transaksi yang konflik, salah satu transaksinya diulang kembali pengerjaannya. Disebut juga optimistic, karena bila terjadi konflik maka beberapa transaksi akan di-rollback. Algoritma berdasarkan Mekanisme Wait
Sistem akan melakukan lock pada entitas basis data. Ada dua tipe lock:
1.
Readlock. Transaksi akan mengunci entitas pada mode shared. Sehingga transaksi lain yang menunggu untuk membaca beberapa entitas juga bisa mendapatkan readlock.

2. Writelock. Transaksi akan mengunci entitas pada mode eksklusif. Jika ada satu transaksi akan melakukan penulisan pada entitas yang telah di-writelock, maka transaksi lainnya tidak boleh mendapatkan readlock maupun writelock pada entitas ini.
Lock akan menimbulkan masalah baru. Livelock dan deadlock. Livelock terjadi ketika suatu transaksi berkali-kali gagal dalam mendapatkan lock. Deadlock terjadi ketika beberapa transaksi melakukan lock pada beberapa entitas pada saat yang bersamaan; setiap transaksi mendapatkan lock dari entitas yang berbeda dan saling menunggu transaksi lainnya untuk melepaskan lock.
Deadlock dapat diatasi dengan:

1. Setiap transaksi melakukan lock pada semua entitas sekali. Jika ada beberapa lock yang digunakan oleh beberapa transaksi lainnya, maka transaksi akan melepaskan semua lock yang ada. 2. Membuat order linier secara acak pada item-item, dan semua transaksi melakukan urutan request berdasarkan order ini.


Deadlock
ini sangat jarang terjadi, sehingga akan lebih efektif ditanggulangi ketika telah terjadi daripadamelakukantindakan preventif dari awal yang memakan biaya lebih besar.Protokol sederhana yang diperlukan, sehingga setiap transaksi dapat memenuhi aturan keberlanjutan adalah two-phase locking (2PL).

1. Fase locking. Transaksi mengambil lock tanpa melepasnya.

2. Fase unlocking. Dalam fase ini, transaksi melepaskan lock yang ada dan tidak boleh mengambil lock.
lockpoint merupakan keadaan sesaat sebelum pelepasan lock yang pertama kali dilakukan. Algoritma berdasarkan Mekanisme Timestamp .Untuk mendapatkan timestamp unik untuk transaksi pada node berbeda di sistem terdistribusi, clock setiap node harus disamakan. Untuk menyelaraskan clock dapat digunakan message passing. Algoritma berdasarkan Mekanisme Rollback/Optimistic.
Terdapat 4 fase eksekusi transaksi pada pendekatan kontrol konkurensi optimistic:

1. Read. Proses membaca tidak terlalu dibatasi. Hasilnya diletakkan pada variabel lokal. Sekumpulan read tergantung juga pada proses validasi.

2. Compute. Transaksi menghitung sekumpulan nilai dari data entitas yang disebut sekumpulan write. Hasilnya diletakkan pada variabel lokal.

3. Validate. Sekumpulan write dan read transaksi lokal divalidasi oleh sekumpulan transaksi yang sedang berjalan.

4. Commit and Write. Setelah berhasil divalidasi, akan dijalankan di sistem dan diberikan timestamp. Sekumpulan write akan diubah menjadi variabel global dan nilainya dikirim ke setiap node. Jika tidak berhasil divalidasi, transaksi diulangi lagi dari fase compute atau read.
Evaluasi Performansi dari Algoritma Kontrol Konkurensi

Derajat Konkurensi
Serial history memiliki derajat konkurensi yang rendah, sedangkan pendekatan 2PL dan optimistic memberikan derajat konkurensi yang lebih tinggi. Tingkat Lanjut untuk Peningkatan Konkurensi Timestamp yang Multidimensional Protokol ini memungkinkan transaksi untuk memiliki vektor timestamp sampai k elemen. Maksimum k diperoleh dari dua kali jumlah maksimum operasi pada satu kali transaksi.

Relaksasi dari Two-Phase Locking

Suatu transaksi dapat melepaskan suatu lock, sebelum transaksi ini me-request beberapa lock lagi. Pada transaksi berikutnya yang mengambil lock ini, lock tidak dapat dilepaskan sampai transaksi sebelumnya tidak lagi me-request lock.
System Defined Prewrites

Prewrite menunjukkan bahwa value dari transaksi akan di-write disaat yang akan datang. Prewrite tidak akan mengubah status objek data. Ketika prewrite dari suatu transaksi dilakukan, transaksi akan melakukan operasi precommit. Setelah tahapan ini, transaksi lain dapat membaca prewrite, walaupun transaksi ini belum di-update dan di-commit. Dengan prewrite, sistem yang terdiri dari transaksi berdurasi panjang maupun pendek dapat diseimbangkan, sehingga tidak ada delay untuk transaksi berdurasi pendek.

Transaksi yang Fleksibel

Memungkinkan spesifikasi dari beberapa alternatif subset dari subtransaksi untuk dieksekusi dan menghasilkan eksekusi yang berhasil dalam satu dari beberapa alternatif subset tersebut. Eksekusi dari transaksi yang fleksibel dapat diproses dalam beberapa cara.

Kontrol Konkurensi yang dapat Disesuaikan

Sistem basis data yang ada, saling terhubung dengan sistem basis data terdistribusi yang heterogen. Penggunaan konsep sistem basis data Reliable, Adaptable, Interoperable, Distributed (RAID), menjadi fasilitas dalam metode kontrol konkurensi. Model umum untuk pendekatan terhadap sistem dan transaksi yang berbeda adalah dengan generic state, converting state, dan suffix sufficient state.

Kesimpulan

Kontrol konkurensi adalah masalah yang timbul ketika beberapa proses terjadi pada berbagai tempat di sistem. Solusi awal untuk hal ini adalah dengan memastikan kelas-kelas serializability, two-phase locking, dan formalisasi pendekatan optimistic. Mekanisme populer untuk kontrol konkurensi adalah two-phase locking. Kontrol konkurensi yang dapat disesuaikan diimplementasikan pada sistem RAID. Penelitian diharapkan berlanjut, pada bidang semantik dari transaksi dan terutama pada sistem yang berorientasi objek. Pada sistem berskala besar, sangat sulit untuk mem-blok akses ke objek basis data untuk melakukan transaksi. Locking pada masa yang akan datang tidak akan relevan lagi pada kasus seperti ini.

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.